Pencari Lobster di Pantai Krakal

Posted: March 11, 2014 in IdeQ
Tags: , , , ,

Perpetualangan alam memang ga ada abisnya, selalu ada saja bagian alam yang belum terjamah kaki kita, bagian dari waktu yang kita sendiri melewatinya begitu saja tanpa menyadari keistimewaan didalamnya.Di kota sendiri, bahkan desa sendiri terkadang kita belom mengenali seperti kita mengenali kuku jari kita. Masih seputar petualangan pantai Krakal, tapi kali ini aku tidak membahas tentang pantai tetapi sedikit inti obrolan ku dengan warga sekitar.

Kedatanganku ke pantai sebenarnya untuk mengalihkan rasa jenuh ku terhadap lingkungan sekitarku. Kepergianku membawa hawa segar, udara baru membuat otakku terasa perlahan hidup kembali. Meringankan sesak dada dan pikiran yang selama ini tak kunjung pergi.

Ada beberapa tebing yang sangat tinggi di sekitar pantai yang kita dapat menanjakinya. Ketika saya dan teman saya ,berdua mencoba naik tebing dekat pantai Krakal dan melihat luasnya Samudra Hindia, saya melihat peralatan seperti jaring yang dipasang pada lingkaran besi, berdiameter sekitar 50cm, saya mengerti tujuan alat tersebut, intinya untuk menangkap hewan air, sepertinya ikan. Setelah rasa penasaran terpuaskan, kami turun untuk solat Ashar di masjid pantai dan akan melanjutkan sesi foto-foto di atas lagi. Sekitar jam 4 sore, kami menaiki dengan motor. Awalnya jalan berbatu sepanjang 15m, setalah itu jalah sudah diplester dengan semen dua lintasan kecil yang mengapit lintasan yang memakai kerikil tumpul guna mencegah selip pada roda.

Sesampai di atas, di tempat kami menemukan peralatan tersebut, ada seorang warga yang sibuk mengulur benang atau senar yang diameternya kira2 1.2mm, cukup besar untuk memancing di laut. Aku merasa tertarik dengan yang dikerjakannya, kemudian tidak piker panjang langsung aku menghampirinya. Aku memberikan salam kepada bapak tadi, dan mulai berbincang-bincang tentang kesibukannya ditebing tinggi nan curam ini.

Dari perbincangan kami, Beliau adalah salah satu warga sekitar yang sering mencari lobster ketika matahari mulai terbenam. Biasanya pencari lobster ini akan memasang krendet (alat berbentuk lingkaran tadi) pada sore hari dan akan mengambilnya lagi sesudah fajar. Sebelum alat tersebut ditenggelamkan ke titik-titik laut dekat tebing, dipasanglah umpan untuk menarik para lobster untuk masuk dalam lingkaran dan terjerat di benang-benang. Umpan yang digunakan adalah sejenis tanaman laut yang hidup di karang kalo ngga salah namanya kemengkeran. Tanaman ini setelah di ambil, harus di keringkan dibawah terik matahari selama 1-2 hari, sehingga kandungan airnya hilang dan akan menyisakan bau amis, bau ini yang membuat para lobster tertarik dan memakannya.

Hasil dari penangkapan lobster secara tradisional ini memang tidak tentu, terkadang lumayan untuk memenuhi kebutuhan pokok, terkadang setelah menyandarkan harapan ke krendet, ternyata nihil, tidak ada lobster yang tertangkap. Menurut Bapak tersebut ada 2 jenis lobster yang ditangkap, lobster batu dan lobster hijau. Harga per kg untuk lobster batu sekitar 200rb an sedangkan untuk lobster hijau sekitar 400rb an. Kebanyakan lobster dijual ke restoran sekitar pantai Krakal untuk disuguhkan kepada wisatawan. Bayangkan saja, kalo tiap harinya dapat 3kg lobster, berarti dalam sebulan mereka dapat mengantongi 18-36jt (itungan kotor saja, kenyataannya saya tidak tahu, hehehehe). Walaupun terlihat menggiurkan, hasil penangkapan lobster ini juga tergantung musim. Di saat musim hujanlah para penangkap lobster dapat panen.

Saya lupa untuk menanyakan nama bapak tadi, karena ku piker hanya sebentar saja, tapi setelah kemudian saya rasa tidak sopan jika berboncang tanpa memperkenalkan nama dan menyanyakan nama orang yang kita ajak bicara.

Kali ini saya mulai belajar, belajar tantang negeri tercinta, belajar tentang petualangan,  belajar tentang seharusnya bagaimana saya belajar. Hehehehe. Rasanya saya ingin menghabiskan hidup untuk berpetualang, berpetualang bermacam-macam lah🙂 .

Lobster Catcher

Penangkap Lobster dengan Krendet

Bite

Umpan Lobster

Sedang Beraksi

Sedang Beraksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s