Haribaan tak kunjung datang

Posted: October 21, 2010 in IdeQ
Tags: , , ,

Pernyataan mu berkata kata tak seperti dimensi waktu, kecepatan dan ketepatan
Sia sia dalam angin meresapi dingin yang menulang, kemudian rapuh bergeming, menggaung
hanya lewat saja, kemudian pergi lagi
seperti aku dan kau oleh waktu waktu mulai habis tertelan rakus dunia dan kesenangan hampa
apakah kau akan tertemani jiwa mu sendiri?
ketika malaikat putih mendekati dan memberi salam terhangat.
detik detik mulai berbaur dengan jam kemudian tahun menumpuk menjadi abad
kurasakan haus dan kepanasan
pengembaraanku ini, sia sia.ternyata tanah menjadi pasir, tandus dan kering
malaikatpun pergi dan marah
dengan mengumpat,
“mana semua janjimu!”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s